VINEGAR ( CUKA)
HISTORY
Di Mesir, asam cuka dihasilkan dari fermentasi air rendaman gandum menggunakan mikroorganisme. Aroma dan cita rasa khas asam cuka Mesir ini disukai oleh bangsa Yunani dan Romawi. Kedua bangsa tersebut pun akhirnya membuatnya dari bahan yang berbeda, antara lain dari getah palem, biji gandum, dan kurma. Proses pembuatan cuka di Mesir ini kemudian digunakan sebagai proses dasar pembuatan cuka hingga sekarang ini
sumber : https://www.femina.co.id/food-trend/asal-usul-cuka
NUTRITION
Asam Cuka mengandung energi sebesar 12 kilokalori, protein 0,1 gram,
karbohidrat 5 gram, lemak 0,1 gram, kalsium 7 miligram, fosfor 10
miligram, dan zat besi 0 miligram. Selain itu di dalam Asam Cuka juga
terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C
0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap
100 gram Asam Cuka, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Nama Bahan Makanan : Asam Cuka
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Asam Cuka yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Asam Cuka yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Asam Cuka = 12 kkal
Jumlah Kandungan Protein Asam Cuka = 0,1 gr
Jumlah Kandungan Lemak Asam Cuka = 0,1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Asam Cuka = 5 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Asam Cuka = 7 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Asam Cuka = 10 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Asam Cuka = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Asam Cuka = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Asam Cuka = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Asam Cuka = 0 mg
Khasiat / Manfaat Asam Cuka : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : A
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-asam-cuka-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html#.XHEqx9DjPIU
FUNCTION OF INGRIDIENT
Komposisi utama cuka terdiri dari asam asetat atau lebih dikenal asam
cuka (acetic acid), juga mengandung asam amino (amino acid), asam
organik (organic acid), zat gula (saccharides), vitamin B1 dan B2. Cuka
memiliki beberapa fungsi, antara lain: membasmi kuman, menghilangkan
racun dan bau amis. Ketika membuat ikan asinan, tambah sedikit cuka akan
hindarkan remuk dan busuk. Dalam pengolahan hidangan seafood mentah
seperti oyster dan kepiting laut, menggunakan cuka akan mampu membasmi
kuman dan hilangkan rasa amis dalam 10 menit. Fungsi lainnya: - Cuka
juga dapat melarutkan gizi, misalnya kalsium dan zat besi dalam garam
anorganik (inorganic salt), juga dapat melindungi vitamin C rusak lebih
banyak dalam suhu tinggi ketika memasak sayur. Ketika memasak tulang
rusuk asam manis, kuah tulang, ikan sepat, sayur mustard (leaf mustard)
asam manis, sawi asam pedas menggunakan cuka akan memberikan citra rasa
asam yang khas, di samping itu, kalsium dan zat besi sudah berlarut di
dalamnya, sehingga mudah terserap dalam pencernaan. Sebelum memasak
daging sapi, campurkan sedikit cuka akan membuat daging sapi lebih
gurih, cuka dapat menghilangkan bau amis daging kambing. - Cuka
berfungsi dalam menjaga kesehatan dan terapi makanan. Cuka berkhasiat
untuk penurunan tensi darah dan mencegah pengapuran pembuluh darah
(arteriosclerosis), penyakit koroner (coronary disease) dan tekanan
darah terlalu tinggi (hypertension). - Membasmi virus atau kuman dalam
kamar tidur dengan uap cuka, dapat mencegah terjadinya influenza dan
penyakit menular lainnya. - Minum sedikit cuka bila mabuk berat akan
lebih cepat bebas dari mabukan. - Setelah konsumsi makanan berlemak
terlalu banyak, buatlah kuah bercuka akan cepat menghilangkan lemak dan
mempermudah pencernaan.
https://www.kompasiana.com/arutio/55018630813311971ffa8570/multi-fungsi-cuka-buat-manusia
KRAKTERISTIK
Asam cuka adalah senyawa berbentuk cairan, tidak berwarna, mempunyai bau
yang menyengat dan memiliki rasa asam yang tajam sekali. Berat spesifik
asam cuka pada 20oC adalah 1,049, sedangkan titik didihnya pada tekanan
atmosfer adalah 118,1oC. Bahan ini larut di dalam air, alkohol,
gliserol dan eter, tetapi asam cuka tidak larut dalam karbon disulfida.
Kelarutannya tidak terhingga meskipun pada suhu kamar. Suhu perapian
asam asetat adalah 427oC dan meledak pada batas terendah (explosion
limits) sebesar kurang dari 4 % volume udara (Puturau, 1982).
Cuka atau vinegar adalah suatu bahan penyedap kodimen yang dihasilkan dengan cara fermentasi dari bahan dasar yang mengandung gula atau pati. Bahan penyusun utama dari cuka atau vinegar adalah asam cuka (asam asetat). Sedangkan bahan penyusun cuka yang lain sangat bervariasi, bergantung dari bahan dasar pembuatnya. Karena kandungan bahan-bahan tersebut, meskipun dalam jumlah yang cukup kecil, cuka dari berjenis-jenis bahan baku memiliki aroma yang berbeda-beda. Anggur dapat menghasilkan cuka dengan kualitas yang paling baik
Cuka atau vinegar adalah suatu bahan penyedap kodimen yang dihasilkan dengan cara fermentasi dari bahan dasar yang mengandung gula atau pati. Bahan penyusun utama dari cuka atau vinegar adalah asam cuka (asam asetat). Sedangkan bahan penyusun cuka yang lain sangat bervariasi, bergantung dari bahan dasar pembuatnya. Karena kandungan bahan-bahan tersebut, meskipun dalam jumlah yang cukup kecil, cuka dari berjenis-jenis bahan baku memiliki aroma yang berbeda-beda. Anggur dapat menghasilkan cuka dengan kualitas yang paling baik
http://anandagagan.blogspot.com/2010/03/cuka.html

Komentar
Posting Komentar