FOOD TERMINOLOGY 1




1. Rebeg 




Rabeg adalah hidangan khas Banten yang merupakan hasil adaptasi dari kuliner Arab. Bahan utama pembuatan rabeg adalah daging dan jeroan kambing atau orang Serang yang keturunan Jawa menyebutnya dengan wedhus. Rabeg termasuk makanan berat yang umumnya dihidangkan dengan nasi hangat.
Rabeg mempunyai cita rasa yang kaya, ada pedas bercampur manis. Makanan ini sekilas mirip dengan semur bercampur tongseng, tapi di dalamnya terdapat banyak rempah-rempah yang digunakan seperti jahe, lada, dan cabai merah. Untuk tingkat kepedasan rabeg sendiri biasanya cukup untuk membuat selera makan bergejolak. Jadi kalau kamu ingin mencicip rabeg tapi tidak kuat pedas, jangan lupa siapkan minumnya.

2. Sate bandeng


 Di Banten, khususnya di daerah Serang, kamu bisa menemukan makanan semacam itu. Makanan tersebut adalah sate bandeng. Sate bandeng pertama kali diperkenalkan oleh juru masak kerajaan Banten Girang pada abad ke 16.
Sate bandeng bisa menjadi solusi untuk kamu yang ingin makan bandeng tapi tidak ingin dibuat ribet oleh durinya. Ikan bandeng yang akan dijadikan sate harus melewti proses pembersihan sisik dan kemudian bandengnya diremas atau dipukul-pukul hingga dagingnya hancur dan terpisah dari kulit bndeng. Setelah itu, daging bandeng yang hancur akan dicampur dengan bumbu dan santan kental. Kalau sudah seperti itu daging berbalur bumbu tadi akan dibentuk lagi seperti semula dai ditusukkan pada bambu untuk kemudian dibakar dan dihidangkan.

3. Nasi Sumsum







Nasi bakar sumsum pertama kali hadir pada tahun 1941. Meskipun tergolong makanan lama, namun popularitas yang dimiliki oleh nasi sumsum hingga kini masih kian menyala.
Nasi sumsum sendiri adalah nasi biasa yang dicampur dengan sumsum tulang untuk kemudian dibakar. Orang yang pertama kali membuat makanan ini adalah seorang tukang potong hewan yang bekerja di Serang yang membawa pulang sisa-sisa tulang untuk diolah menjadi makanan. Di tangan sang istri, sumsum tulang tersebut dicampurkan ke dalam nasi sehingga sampai sekarang makanan ini terkenal dengan sebutan nasi sumsum bakar.

4. Ketan Bintul


   orang Banten juga biasa menyantap ketan bintul sebagai panganan untuk berbuka puasa. Ketan bintul sangat cocok menjadi santapan berbuka karena terbuat dari olahan ketan sehingga bisa membuat perut terisi setelah seharian kosong karena berpuasa. Untuk penyajiannya, biasanya ketan bintul dimakan dengan taburan serundeng sehingga rasanya menjadi semakin gurih.
Makanan khas Banten yang konon menjadi kesukaan para sultan Banten ini sangat terkenal di kota Serang dan sekitarnya. Biasanya para sultan menjadikan ketan bintul untuk hidangan di waktu berbuka. Kuliner satu ini termasuk panganan yang mudah dibuat

5. Kue Jojorong
Kue jojorong adalah panganan berupa kue basah yang berasal dari tanah Pasundan. Kue jojorong mempunyai bentuk yang mungil dengan sensasi rasa kue yang lembut berpadu gurih. Di daerah Banten, kue jojorong paling mudah ditemukan di Rangkasbitung. Cukup banyak penjual yang menjajakan kue jojorong di pasar tradisional.
Kue jojorong terbuat dari bahan baku berupa tepung sanji, tepung beras, dan gula merah. Kue yang berasal dari Banten ini dibungkus menggunakan daun pisang. Untuk menyantap kue jojorong biasanya dilakukan dengan sendok. Saat melakukan proses penyendokan, secara bersamaan akan terlihat lelehan gula aren cair yang keluar

6. Gecom
Gecom adalah makanan khas Banten yang merupakan singkatan dari toge oncom. Dari namanya, bisa dikenali kalau makanan ini menyajikan dua sajian utama yakni toge dan oncom. Gecom mempunyai proses pengolahan yang unik di mana wajan yang digunakan untuk mencampur bumbu beserta bahannya adalah wajan datar.
Bicara mengenai rasa, gecom menyuguhkan rasa yang sedikit asam akibat penggunaan tauco sebagai bumbu tambahannya. Untuk mengendalikan rasa asamnya, warga Banten menggunakan kecap manis yang berbentuk pekat dan kental sehingga rasa gecom bisa lebih dinikmati oleh semua orang. Gecom yang sudah jadi biasanya dihidangkan bersama nasi atau lauk berat lain.

7. Sayur Besan
Sayur besan adalah makanan khas Banten yang bukan hanya menawarkan rasa yang khas, tetapi juga sarat dengan tradisi. Makanan ini dinamakan sayur besan karena awal mulanya disajikan saat melangsungkan prosesi pernikahan. Sayur besan sendiri terbuat dari empat komposisi utama, yakni terubuk atau trubuk, peteai, kentang, dan bihun.
Adapun bahan lain untuk memperkaya tampilan dan cita rasanya adalah buncis, wortel, labu siam, ebi, dan udang kering. Kuah dari sayur besan berwarna kuning yang berasal dari penggunaan kunyit. Untuk saat ini sayur besan mulai ditinggalkan karena berbagai alasan. Jika kamu penasaran ingin menjajal sayur dengan bahan utama bunga tebu ini.

8. Balok Manes
Balok menes adalah kuliner berbentuk kue yang menjadi salah satu ikon kuliner di kecamatan Menes, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Kue balok menes dibuat dengan mengolah bahan utamanya yang berupa singkong atau ubi kayu. Di luar Banten, orang-orang biasa menyebut kue balok menes dengan sebutan getuk. Memang sebenarnya balok menes ini adalah salah satu jenis betuk, tapi balok menes masih mempertahankan warna aslinya singkonya yang putih.
Kue balok menes yang dibuat dari bahan utama singkong mempunyai cita rasa serta aroma yang sangat khas. Untuk penyajiannya, kue balok menes tidak dimakan bersama parutan kelapa, melainkan dengan serundeng sehingga rasanya menjadi lebih nikmat. Di daerah Menes, khususnya di pasar Menes, kue ini banyak dijajakan oleh penjual jajanan basah tradisional khas Banten.

9. Angeun Lada
Dari sekian banyak kuliner yang yang menjadi sajian khas masyarakat Banten, angeun lada adalah salah satu yang tak kalah terkenal dengan makanan khas Banten lainnya. Angeun lada merupakan hidangan yang dibawa oleh masyarakat Sunda ke daerah Serang bagian selatan, Pandeglang, dan kabupaten Lebak. Angeun lada baisanya selalu dihadirkan sebagai hidangan pada perayaan-perayaan penting dan saat hari raya lebaran maupun acara keluarga.
Angeun lada merupakan gabungan dari kata “angeun” dan “lada”. Angeun berarti sayur, dan lada berarti pedas. Jika dipadangkan, angeun lada mengandung definisi sayur dengan cita rasa yang pedas. Bahan yang digunakan untuk membuat angeun lada adalah babat sapi yang diolah bersama bumbu rempah pilihan. Angeun lada mempunyai cita rasa yang khas yang dihasilkan dari daun walang atau daun serangga. Sayur khas Banten ini bisa ditemui di warung-warung makan di Serang dan Pandeglang.

10. Kue Apem






Konon kue apem putih menjadi salah satu kuliner favorit sultan Banten yang biasanya tersaji pada acara khaul sultan. Kue apem yang terkenal di Banten berasal dari kampung Kadubumbang yang berada di wilayah kecamatan Cimanuk, Pandeglang.
Kue apem khas Cimanuk dibuat dari bahan baku tepung beras yang dicampur dengan tape atau peuyeum yang sudah difermentasi. Kalau kamu pernah makan apem, pasti menyadari ada sedikit rasa asam yang khas dari kue tersebut. Nah, rasa asam yang terdapat pada kue apem itu dihasilkan dari tape atau peuyeum. Di Banten, masyarakat biasa menyantap kue apem dengan cairan gula merah atau kinca. Untuk mereka yang tidak suka gula, bisa mengganti gula merah atau kinca dengan madu atau sirup.






Komentar